Breaking News

Kobaran Api di Danakerta: Ketika Puing Dapur Hangus, Namun Api Gotong Royong Justru Menyala Hebat

 


Banjarnegara  wartaone news-Pagi itu, Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, keheningan Dukuh Domas, Kolom Randu Alas, Desa Danakerta, Kecamatan Punggelan, mendadak pecah oleh aroma sangit dan kepulan asap hitam. Rumah bambu milik sepasang lansia, Bapak Misngad dan istrinya, tengah dilalap si jago merah.

Di dalam rumah, dalam segala keterbatasan fisik akibat lumpuh yang dideritanya, Bapak Misngad berjuang sekuat tenaga. Di tengah hawa panas yang mulai mengepung, ia tak menyerah pada keadaan. Dengan sisa-sisa daya yang dimiliki, suaranya memecah udara, memanggil tetangga, meminta pertolongan. Sementara itu, sang istri sedang berada jauh di ladang, memeras keringat mencari rumput, tak mengetahui bahwa rumah tempat mereka bernaung sedang diuji bencana.


Namun, di sinilah keajaiban itu terjadi. Di era modern di mana banyak orang perlahan mulai abai dan nilai persatuan kerap dianggap pudar, warga Desa Danakerta menunjukkan bahwa ruh asli bangsa ini belum mati.

Mendengar teriakan minta tolong, kerukunan warga langsung menjelma menjadi aksi nyata. Tanpa komando yang berbelit, dengan kesigapan yang luar biasa, mereka berlarian membawa apa saja-ember, gayung, dan alat seadanya. Air disiramkan, bahu-bahu kekar bergotong royong menjinakkan api demi menyelamatkan tetangga mereka. Jiwa kebersamaan pedesaan yang tulus dan mengakar kuat berhasil meredam amukan api sebelum meluas ke seluruh bangunan. Meski bagian dapur habis terbakar dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp80 juta, Rupiah namun nyawa Bapak Misngad berhasil diselamatkan, dan rumah utama tetap berdiri.


Respons cepat dan empati mendalam tak hanya datang dari warga. Tak berselang lama, jajaran Polsek Punggelan, Babinsa Koramil Punggelan, Sekcam Punggelan, hingga tim medis dari Puskesmas Punggelan langsung turun ke lokasi kejadian. Kehadiran para aparatur negara dan tenaga kesehatan ini bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan wujud nyata kehadiran "keluarga besar" yang siap memeluk dan menguatkan pasangan lansia ini di masa sulit.

Musibah kebakaran ini memang menyisakan duka dan puing-puing abu di sudut dapur Bapak Misngad. Namun, dari balik asap yang perlahan menipis di langit Punggelan siang ini, ada sebuah pesan indah yang ditinggalkan: bahwa di desa ini, kepedulian masih sangat kental, nilai persatuan masih terjaga, dan kemanusiaan adalah di atas segalanya.

Pewarta Wawan Guritno 

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close