
Foto : DR Rangkuty Jurnalis Senior media Warta Indonesia News
Labuhanbatu WINEWS - Jurnalis Warta Indonesia news.co.id Kabupaten Labuhanbatu mengatakan Ada orang yang mengalah demi menjaga hubungan, menahan ego demi menghindari pertengkaran, dan memilih diam demi menjaga perasaan orang lain. Namun ketika sikap itu dilakukan terus-menerus tanpa batas, sebagian orang justru mulai menganggapnya sebagai kewajiban, bukan lagi sebagai bentuk ketulusan. Pengorbanan yang dulu dihargai perlahan dianggap biasa, sementara kesabaran yang selama ini diberikan dipandang sebagai kelemahan yang bisa dimanfaatkan.
Daud Rinaldy Rangkuti Jurnalis Warta Indonesia news.co.id Senin 22.00wib pukul 15.00wib mengatakan bahwa
Pengalaman hidup sering mengajarkan bahwa tidak semua orang membalas kebaikan dengan kebaikan. Sebagian menghormati orang yang baik hati, tetapi sebagian lainnya justru mengambil keuntungan dari mereka yang terlalu mudah mengalah. Keadaan seperti ini membuat banyak orang kecewa karena menyadari bahwa niat baik saja tidak selalu cukup untuk menjaga diri dari perlakuan yang tidak adil. Bukan karena kebaikan itu salah, melainkan karena kebaikan tanpa batas sering membuat orang lain lupa bahwa kita juga memiliki harga diri, kebutuhan, dan perasaan yang harus dihormati. Ungkap Daud Rinaldy.Rangkuti
Kedewasaan tidak hanya mengajarkan cara berbuat baik, tetapi juga mengajarkan kapan harus berkata cukup. Mengalah pada waktu yang tepat adalah kebijaksanaan, tetapi mengalah dalam segala hal bisa menjadi bentuk pengabaian terhadap diri sendiri. Kehidupan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara kebaikan dan ketegasan, antara empati dan batas yang jelas. Sebab tujuan dari menjadi pribadi yang baik bukanlah agar dimanfaatkan oleh semua orang, melainkan agar tetap mampu berbuat baik tanpa kehilangan kehormatan dan nilai diri yang seharusnya dijaga.
Penulis: DR.Rangkuti
Daud Rinaldy Rangkuti Jurnalis Warta Indonesia news.co.id Senin 22.00wib pukul 15.00wib mengatakan bahwa
Pengalaman hidup sering mengajarkan bahwa tidak semua orang membalas kebaikan dengan kebaikan. Sebagian menghormati orang yang baik hati, tetapi sebagian lainnya justru mengambil keuntungan dari mereka yang terlalu mudah mengalah. Keadaan seperti ini membuat banyak orang kecewa karena menyadari bahwa niat baik saja tidak selalu cukup untuk menjaga diri dari perlakuan yang tidak adil. Bukan karena kebaikan itu salah, melainkan karena kebaikan tanpa batas sering membuat orang lain lupa bahwa kita juga memiliki harga diri, kebutuhan, dan perasaan yang harus dihormati. Ungkap Daud Rinaldy.Rangkuti
Kedewasaan tidak hanya mengajarkan cara berbuat baik, tetapi juga mengajarkan kapan harus berkata cukup. Mengalah pada waktu yang tepat adalah kebijaksanaan, tetapi mengalah dalam segala hal bisa menjadi bentuk pengabaian terhadap diri sendiri. Kehidupan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara kebaikan dan ketegasan, antara empati dan batas yang jelas. Sebab tujuan dari menjadi pribadi yang baik bukanlah agar dimanfaatkan oleh semua orang, melainkan agar tetap mampu berbuat baik tanpa kehilangan kehormatan dan nilai diri yang seharusnya dijaga.
Penulis: DR.Rangkuti


Social Footer