BANJARNEGARA, WINews – Semangat pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal kembali menggeliat di Kabupaten Banjarnegara. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Warung dan Gria Sekar Ayu, sebuah pusat kuliner herbal dan pemberdayaan masyarakat yang berlokasi di Legok Rejasa RT 04 RW 01, Desa Rejasa, Kecamatan Madukara, Banjarnegara.
Launching yang berlangsung meriah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, mulai dari unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga pengusaha ekspor yang melihat potensi besar produk herbal dan kuliner tradisional Banjarnegara untuk berkembang lebih luas.
Acara peresmian dihadiri oleh Lurah Rejasa, Camat Madukara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara, serta Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana. Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan tersebut menjadi sinyal kuat dukungan terhadap tumbuhnya usaha berbasis kearifan lokal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas hadirnya Warung dan Gria Sekar Ayu yang dinilai tidak hanya sebagai tempat usaha, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan promosi produk herbal tradisional yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus nilai ekonomi.
“Sebagai seorang dokter, saya memahami bahwa menjaga kesehatan tidak selalu bergantung pada obat-obatan modern. Pemanfaatan tanaman herbal dan ramuan tradisional yang dikelola secara baik dan ilmiah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Amalia.

Menurutnya, Banjarnegara memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis tanaman herbal yang dapat diolah menjadi produk unggulan bernilai tambah tinggi. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui inovasi, pengemasan modern, serta strategi pemasaran yang tepat agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, produk herbal lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar daerah, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Peresmian Warung dan Gria Sekar Ayu juga mendapat perhatian dari pelaku usaha dan pengusaha eksportir asal Kota Magelang yang hadir dalam acara tersebut. Mereka menilai konsep usaha yang memadukan kuliner tradisional, minuman rempah, produk herbal, dan pemberdayaan masyarakat memiliki prospek yang menjanjikan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

Selain menjadi pusat kuliner berbasis rempah dan herbal, Warung dan Gria Sekar Ayu diharapkan mampu menjadi etalase produk unggulan masyarakat Banjarnegara. Kehadirannya dinilai sejalan dengan tren wellness tourism atau wisata kesehatan yang kini semakin berkembang, di mana wisatawan tidak hanya mencari destinasi rekreasi, tetapi juga pengalaman hidup sehat berbasis budaya lokal.
Suasana peresmian berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Berbagai produk unggulan masyarakat diperkenalkan kepada para tamu undangan sebagai bentuk promosi potensi ekonomi kreatif daerah. Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
Dengan diresmikannya Warung dan Gria Sekar Ayu, diharapkan semakin banyak lahir inovasi usaha berbasis potensi lokal di Banjarnegara. Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas daerah sebagai salah satu pusat pengembangan produk herbal, kuliner tradisional, dan wisata kesehatan di Jawa Tengah.
(Wawan Guritno)



Social Footer