BREBES warta.onenews.co.id -- Guratan lelah di wajah ratusan warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, sedikit melunak siang itu. Di tengah ketidakpastian tanah yang terus bergerak di bawah kaki mereka, kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjadi hembusan angin segar yang membawa kepastian.
Rabu (18/2/2026), suasana di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir, Sirampog, mendadak hangat. Bukan sekadar kunjungan dinas biasa, kedatangan Luthfi adalah upaya memastikan bahwa 532 jiwa yang kini mengungsi tidak merasa sendirian menghadapi bencana.
Keselamatan Adalah Harga Mati
Melihat kondisi tanah yang masih aktif bergerak dan mengancam 143 rumah, Gubernur menegaskan bahwa nyawa warga adalah prioritas yang tak bisa ditawar. Dengan nada bicara yang mengayomi namun tegas, ia menginstruksikan percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

“Langkah paling realistis saat ini adalah memindahkan orang dan barang. Kita tidak ingin ambil risiko. Huntara harus segera siap agar warga bisa berteduh dengan lebih layak dan aman,” ujar Luthfi di hadapan para pengungsi.
Rencananya, titik aman telah ditentukan di lahan milik Perhutani (Petak 34G), sebuah lokasi yang secara teknis telah direkomendasikan oleh Badan Geologi sebagai zona hijau dari ancaman longsor.
Semangat Gotong Royong di Desa Cikuya
Tak hanya fokus pada penanganan bencana di Sirampog, Gubernur juga menyempatkan diri membakar semangat para prajurit dan warga yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya, Banjarharjo.
Bagi Luthfi, TMMD bukan sekadar proyek fisik membangun jembatan atau jalan, melainkan simbol "napas panjang" kemanunggalan TNI, Polri, Pemerintah, dan Rakyat.

“Saya bangga melihat gotong royong di Desa Cikuya. Jembatan dan jalan yang dibangun adalah urat nadi ekonomi masyarakat ke depan. Ini adalah bukti bahwa saat kita bersatu (sengkuyung), tidak ada pembangunan yang mustahil. Petarung!” seru Gubernur dengan penuh semangat.
Apresiasi dari Bumi Brebes
Langkah cepat Pemerintah Provinsi ini mendapat apresiasi mendalam dari Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Ia merasa dukungan penuh dari jajaran OPD Provinsi memberikan ketenangan batin bagi masyarakat Brebes yang sedang diuji bencana.
“Masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Kita gotong royong, semua sudah disiapkan. Terima kasih Pak Gubernur yang turun langsung bahkan sampai menyemangati teman-teman Satgas TMMD,” ungkap Paramitha.
Di tengah rintik hujan dan ancaman tanah gerak, kolaborasi antara pemerintah dan TNI ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir. Bukan hanya membawa bantuan logistik, tapi membawa harapan bahwa hari esok akan lebih stabil dan aman bagi warga Sirampog.(Wawan G)



Social Footer